Kenali Lebih Jauh 5 Jenis Format Mobile Advertising

mobile advertising

Mobile advertising kian jadi primadona dalam dunia digital marketing bisnis. Hal ini tak lepas dari alasan utama para developer menciptakan beragam aplikasi demi mendapatkan pemasukan. Salah satu cara terbaiknya dengan memasukkan berbagai jenis iklan ke dalam aplikasi-aplikasi tersebut yang kemudian kita kenal dengan sebutan iklan seluler.

Nah, berikut ini ada beberapa jenis format mobile advertising yang bisa Anda terapkan sebagai salah satu strategi pemasaran produk maupun perusahaan Anda.

  1. Banner ads

Jenis mobile advertising yang pertama adalah banner ads. Tipe iklan ini adalah yang paling klasik dan umum dikenal oleh masyarakat. Biasanya, banner ads atau iklan spanduk digital berada di bagian tepi layar agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna.

Kelebihan dari banner ads ini adalah integrasi iklan yang sangat mudah sehingga membuat pengguna tidak terlalu risih. Namun, iklan jenis ini memiliki tingkat click through rate (CTR) dan install rate (IR) yang paling rendah dari semua jenis format iklan seluler.

  • Interstitial ads

Iklan berikutnya sering juga disebut dengan iklan peralihan karena diluncurkan pada periode transisi dalam aplikasi. Biasanya periode setelah sajian aplikasi tersebut berakhir.

Dengan kata lain, iklan ini memaksa penggunanya untuk melakukan suatu aksi seperti mengetuk isi iklan, atau menutupnya dalam jangka waktu tertentu. Tentu saja, tindakan ini menciptakan angka konversi yang terbilang cukup tinggi.

Tak sedikit pelaku usaha yang menggunakan interstitial ads untuk menyisipkan video company profile miliknya agar lebih dekat dengan konsumen. Seperti yang telah kita ketahui bersama, company profile telah menjadi salah satu senjata ampuh untuk mewakilkan citra suatu perusahaan.

Profil perusahaan ini biasanya dibuat dalam bentuk tulisan, audio visual, ataupun website. Apapun jenis media yang digunakan, tiap perusahaan dituntut untuk bisa menyajikan company profile yang menarik jauh dari kesan membosankan.

Adapun kelebihan dari interstitial ads, salah satunya sangat efektif dalam mendapatkan perhatian pengguna. Selain itu, mobile advertising satu ini memiliki ruang yang cukup besar untuk memasukkan iklan kreatif. Apalagi, angka CTR dan IR yang dihasilkan pun terbilang tinggi.

Namun, tak sedikit pula pengguna yang merasa terganggu dengan adanya interstitial ads ini. Pasalnya, mereka diharuskan untuk berhenti melakukan suatu aktivitas hanya karena iklan yang dianggap tidak penting.

  • Native ads

Iklan native umumnya dimasukkan seolah-olah merupakan bagian dari konten utama aplikasi. Tak jarang, pengguna memang telah mengetahui adanya iklan ini sehingga mereka tidak merasa risiko. Apalagi, konten yang disajikan memang biasanya cukup relevan.

Kelebihan native ads ini salah satunya mampu menyedot perhatian pengguna secara efektif tanpa membuat mereka risih. Biasanya, jenis iklan ini juga memberikan suatu nilai tambah. Namun sayangnya, native ads harus dibuat satu per satu agar tetap relevan.

  • Notification ads

Mobile advertising satu ini akan tetap muncul meski pengguna tidak sedang membuka aplikasinya. Biasanya, notification ads seperti ini terdapat pada aplikasi yang memiliki model bisnis premium. Pengguna diharuskan membeli versi berbayar untuk menghilangkan iklan.

  • Video ads

Sama halnya seperti interstitial ads, format iklan satu ini mengambil seluruh ruang layar aplikasi dalam smartphone Anda. Bedanya, pengguna dipaksa untuk menonton video sekitar 20 sampai 30 detik sebelum mereka bisa melanjutkan aktivitas dalam aplikasi tersebut.

Biasanya, developer akan memberikan sejumlah imbalan kepada pengguna berupa poin atau fitur tambahan agar pengguna menonton video tersebut secara sukarela. Layaknya interstitial ads, video ads juga sering digunakan perusahaan sebagai instrumen untuk mengenalkan diri. Apalagi, iklan berbentuk audio visual seperti ini memang lebih menarik perhatian calon konsumen.

Melalui video ads, perusahaan bisa mengemas pesan melalui cerita yang biasanya disajikan dalam bentuk gambar dan teks bergerak. Melalui cerita seperti ini, emosional calon konsumen bahkan investor pun akan lebih mudah dipengaruhi.

Tak heran, jika akhirnya banyak pengusaha memilih video ads sebagai media company profile yang berisi produk unggulan perusahaan hingga testimioni para pelanggan. Tentu saja, cara ini dipilih dengan harapan dapat meningkatkan kepercayaan target konsumen.

Bagi developer, video ads ini sangat efektif untuk menghasilkan angka CTR dan IR yang tinggi sehingga pendapatan pun juga makin besar. Namun sayangnya, jika pengguna dipaksa menonton video terlalu banyak, bukan tidak mungkin mereka akan memilih aplikasi lain yang tidak terlalu mengganggu.

Demikian beberapa jenis format mobile advertising yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi tersebut berguna bagi Anda para pelaku bisnis untuk menentukan media yang tepat bagi pemasaran produk perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *